JAKARTA;Konsorsium Pertamina-MedcoEnergi yang membentuk Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, akan meningkatkan produksi minyaknya dan gasnya di Blok Toili di Sulawesi Tengah. Mereka akan memperbesar produksi dengan menambah sumur yang ada di.blok itu mulai tahun depan.
Indra Prasetya, General Manager JOB PertaminaMedco E&P Tomori Sulawesi, menceritakan, Blok Tioli memiliki dua lapangan, yakni Tiaka dan Senoro. Saat ini di Tiaka sudah ada enam sumur dengan total produksi 1.5001.600 barel per hari (bph). "Mulai tahun depan, akan beroperasi tiga sumur barn," jelas Indra saat berkunjung ke KONTAN, Kamis (3/11).
Rencananya, sumur barn yang pertama akan dibor mulai Maret 2012. Bila prosesnya lancar, is memperkirakan, sumur tersebut akan bisa menghasilkan minyak sekitar Juli 2012. Selanjutnya, manajemen baru akan mengebor sumur kedua dan ditargetkan berproduksi pada September 2012. "Pengeboran sumur ketiga menyusul setelahnya, dan bakal berproduksi pada akhir tahun 2012," jelas Indra.
Tentu Baja, hal itu akan meningkatkan produksi minyak dari blok itu. Kapasitas sumur baru mencapai 600-700 bph, lebih besar dari sumur lama hanya sekitar 200-300 bph. "Penjualan minyak juga akan berlangsung lebih cepat," tandas Indra.
Selama ini mereka harus menampung dulu minyak itu hingga mencapai 180.000200.000 barel sebelum menjualnya. Biasanya, pengumpulan berlangsung
selama tiga-empat bulan.
Di lapangan ini, merekajuga memproduksi gas sebesar 5 juta metrik kaki kubik per
hari atau milion metric standard cubic feet per day (mmscfd). Namun, gas itu belum ada pembelinya. "PLN sudah melihat ke lapangan, jadi tinggal menunggu saja," kata Indra. Setelah PLN, Pertagas dan Medco juga akan mensurvei gas itu.
Di lapangan Senoro, manajemen telah mempersiapkan pengeboran sumur gas. Bersamaan dengan itu, juga membangun penampung gas atau central processing plant (CPP). Indra bilang, proyek ini sudah memasuki tender. "Ada lima perusahaan yang lolos prakualifikasi," tutur Indra tanpa merinci
-oo000oo-Masing-masing sumur baru di Blok Tiaka berkapasitas 600-700 bph-oo000oo-
Nantinya, gas yang dihasilkan dari Senoro akan dipasok untuk diolah menjadi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di kilang LNG Donggi Senoro. Pembangunan kilang itu kini sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai tahun 2014. Total gas dari Senoro akan mencapai .250 mmscfd. "Kami juga akan mengalirkan gas ke pabrik pupuk yang segera ada di daerah ini," ajar Indra.
Ekhsan Nulhakim, Lead of Corporate Communication MedcoEnergi, menambahkan, perusahaannya akan terns memperbesar kapasitas produksi. Mereka memiliki hak operasi dari 1997- 2027. "Dulu, Blok Toili pernah memproduksi minyak 3.000 bph. Itu harus dicapai lagi," katanya.
Indra Prasetya, General Manager JOB PertaminaMedco E&P Tomori Sulawesi, menceritakan, Blok Tioli memiliki dua lapangan, yakni Tiaka dan Senoro. Saat ini di Tiaka sudah ada enam sumur dengan total produksi 1.5001.600 barel per hari (bph). "Mulai tahun depan, akan beroperasi tiga sumur barn," jelas Indra saat berkunjung ke KONTAN, Kamis (3/11).
Rencananya, sumur barn yang pertama akan dibor mulai Maret 2012. Bila prosesnya lancar, is memperkirakan, sumur tersebut akan bisa menghasilkan minyak sekitar Juli 2012. Selanjutnya, manajemen baru akan mengebor sumur kedua dan ditargetkan berproduksi pada September 2012. "Pengeboran sumur ketiga menyusul setelahnya, dan bakal berproduksi pada akhir tahun 2012," jelas Indra.
Tentu Baja, hal itu akan meningkatkan produksi minyak dari blok itu. Kapasitas sumur baru mencapai 600-700 bph, lebih besar dari sumur lama hanya sekitar 200-300 bph. "Penjualan minyak juga akan berlangsung lebih cepat," tandas Indra.
Selama ini mereka harus menampung dulu minyak itu hingga mencapai 180.000200.000 barel sebelum menjualnya. Biasanya, pengumpulan berlangsung
selama tiga-empat bulan.
Di lapangan ini, merekajuga memproduksi gas sebesar 5 juta metrik kaki kubik per
hari atau milion metric standard cubic feet per day (mmscfd). Namun, gas itu belum ada pembelinya. "PLN sudah melihat ke lapangan, jadi tinggal menunggu saja," kata Indra. Setelah PLN, Pertagas dan Medco juga akan mensurvei gas itu.
Di lapangan Senoro, manajemen telah mempersiapkan pengeboran sumur gas. Bersamaan dengan itu, juga membangun penampung gas atau central processing plant (CPP). Indra bilang, proyek ini sudah memasuki tender. "Ada lima perusahaan yang lolos prakualifikasi," tutur Indra tanpa merinci
-oo000oo-Masing-masing sumur baru di Blok Tiaka berkapasitas 600-700 bph-oo000oo-
Nantinya, gas yang dihasilkan dari Senoro akan dipasok untuk diolah menjadi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di kilang LNG Donggi Senoro. Pembangunan kilang itu kini sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai tahun 2014. Total gas dari Senoro akan mencapai .250 mmscfd. "Kami juga akan mengalirkan gas ke pabrik pupuk yang segera ada di daerah ini," ajar Indra.
Ekhsan Nulhakim, Lead of Corporate Communication MedcoEnergi, menambahkan, perusahaannya akan terns memperbesar kapasitas produksi. Mereka memiliki hak operasi dari 1997- 2027. "Dulu, Blok Toili pernah memproduksi minyak 3.000 bph. Itu harus dicapai lagi," katanya.



















